BAB
2
PEMBAHASAN
2.1.1 REVIEW
BUKU 1
Pengarang
: Sri Endang R.
Sri Mulyani
Suyetty
Bab 1 . Standard Operating
Procedure (SOP)
A. Pengertian
Standard Operating Procedure (SOP)
Jika diartikan perkata, standard (standar) artinya adalah ukuran
tertentu yang dipakai sebagai patokan. Dalam Administrasi Perkantoran, operating (operasional) berkaitan dengan
kegiatan atau aktifitas kerja. Sedangkan procedure
(prosedur) adalah tahapan atau rincian yang berhubungan dengan proses
pekerjaan.
Jika digabungkan, SOP merupakan
rangkaian tata pelaksanaan kerja yang diatur secara berurutan sehingga
terbentuk urutan kerja secara bertahap dalam menyelesaikan suatu pekerjaan .
Berikut ini adalah pengertian SOP yang
dikemukakan oleh para ahli, yaitu :
·
William
Wand Donald and Paul H.Schwartz
Dalam
bukunya yang berjudul Standard Operating
Procedure (SOP) for Research in Weed Science Weed Technology (1995), ia
mengemukakan bahwa SOP adalah perumusan dari prosedur yang digunakan secara
berulang-ulang dalam ukuran yang spesifik atau sebagai suatu contoh yang berisi
cara mengerjakan sesuatu.
·
Gareth
R. Jones
Dalam
bukunya yang berjudul Organizational
Theory,Text, and Cases (2001), ia mengemukakan bahwa SOP merupakan bagian
dari peraturan tertulis yang membantu mengontrol perilaku anggota organisasi.
SOP mengatur cara pekerja untuk melakukan peran keorganisasiannya secara
terus-menerus dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab organisasi.
·
Istyadi
Insani
Dalam
Kebijakan Prosedur Operasi Standar
Administrasi Pemerintahan di Indonesia (2010), ia mengemukakan SOP adalah
petunjuk tertulis yang menggambarkan dengan tepat tahapan pelaksanaan tugas,
pekerjaan atau kegiatan.
·
Tjipto
admoko
SOP
merupakan suatu pedoman atau acuan untuk melaksanakan tugas pekerjaan sesuai
dengan fungsi dan alat penilaian kerja instansi pemerintah berdasarkan
indicator teknis,administratif,dan procedural sesuai tata kerja,prosedur kerja
dan system kerja pada unit kerja yang bersangkutan.
·
International Organization for
Standarization (ISO) 2001
Tentang Manajemen Mutu
SOP
merupakan kehidupan dari sistem manajemen yang berfungsi sebagai pedoman,
prosedur dan instruksi kerja.
Berdasarkan
beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa Standard Operating
Procedure (SOP) adalah suatu pedoman yang mengatur tahapan sesuai proses
ataupun prosedur pekerjaan tertentu yang bersifat rutin,tetap,tidak
berubah-ubah, dan dituangkan menjadi dokumen tertulis yang dapat diakses oleh
setiap karyawan yang dijadikan standar untuk pelaksanaan prosedur kerja.
Beberapa
istilah lain terkait SOP yang perlu anda ketahui adalah sebagai berikut:
·
Standar
Prosedur Operasi (SPO), merupakan terjemahan istilah SOP
yang biasa digunakan pada bidang perkebunan.
·
Prosedur
Operasi Standar (POS), merupakan terjemahan istilah SOP yang
biasa digunakan pada bidang keagamaan.
·
Standar
Operasional Buku (SOB), merupakan terjemahan istilah SOP
yang biasa digunakan pada bidang industry.
·
Prosedur
Tetap (Protap), merupakan istilah umum dalam birokrasi
pemerintahan, khususnya di lingkungan militer dan kepolisian.
B. Tujuan
Penyusunan SOP
Adapun
tujuan penyusunan SOP adalah sebagai berikut :
1. Karyawan
dapat bekerja dengan konsisten pada setiap unit kerjanya.
2. Karyawan
dapat mengetahui peran dan fungsinya pada setiap posisi dalam organisasi atau
perusahaan dengan benar.
3. Memperjelas
alur tugas,wewenang dan tanggung jawab setiap karyawan.
4. Melindungi
perusahaan dan karyawan dari kesalahan operasional jalannya organisasi.
5. Menghindari
kesalahan, kegagalan, keraguan, duplikasi dan inefisiensi.
Agar SOP dapat dilaksanakan dengan baik
dan tepat, ada hal-hal yang harus diberhatikan, yaitu sebagai berikut :
1. SOP
terdokumentasi dengan baik.
2. Memiliki
jaringan di setiap unit kerja atau divisi yang ada dalam setiap perusahaan.
3. Ada
pernyataan dari selurruh karyawan, mulai dari jajaran direksi hingga karyawan
tingkat bawah, untuk berkomitmen mematuhi dan menjalankan SOP.
C. Fungsi
SOP
Sebagai
acuan kerja, SOP memiliki beberapa fungsi yaitu sebagai berikut:
1. Memperjelas
dan melancarkan pekerjaan dari setiap unit kerja sesuai prosedur kerja.
2. Karyawan
lebih disiplin, mandiri, konsisten dalam bekerja dan tidak tergantung kepada
pimpinan.
3. Sebagai
landasan hokum jika terjadi kesalahan atau penyimpangan dalam melaksanakan
tugas.
4. Karyawan
lebih percaya diri dan mandiri sehingga tahu apa yang harus dikerjakan tanpa
harus ada intervensi dari pimpinan.
5. Membantu
evaluasi setiap proses operasional perusahaan.
6. Acuan
tertulis dalam menetapkan kebijakan perusahaan.
7. Pedoman
untuk mengambil keputusan dan validasi rangkaian kegiatan dalam organisasi.
D. Jenis-Jenis
SOP dalam Administrasi Perkantoran
Dalam
administrasi perkantoran,SOP dibagi berdasarkan kegiatan, besar kegiatan,
kelengkapan kegiatan dan jenis kegiatan.
1. BERDASARKAN
KEGIATAN
a. SOP
Administratif
SOP administratif adalah prosedur
operasi standar untuk pekerjaan yang bersifat administrative, yaitu pekerjaan
yang sifatnya umum (tidak detail), melibatkan banyak orang, atau dilaksanakan
oleh lebih dari satu orang dan banyak digunakan dalam perusahaan.
Beberapa
hal yang terdapat dalam SOP administratif, antara lain rencana proyek, rencana
manajemen, penetapan kebutuhan organisasi, perkembangan informasi dalam rekaman
pengolahan, validasi data yang lengkap dan prosedur penyesuaian suatu
perusahaan atau kantor tertentu.
Terdapat
lima unsur dalam penyusunan SOP, adalah sebagai berikut :
1) Halaman
judul
2) Daftar
isi
3) Prosedur
4) Pemeriksaan
atau pengontrolan
5) Referensi
Bagian-bagian
prosedur dalam SOP, yaitu sebagai berikut :
a) Tujuan,
yaitu berisi identifikasi yang akan dicapai.
b) Cakupan,
berisi identifikasi jangkauan prosedur yang akan digunakan.
c) Abstrak,
berisi ringkasan yang di format singkat dari keseluruan prosedur.
d) Definisi
atau daftar istilah, berisi kata khusus yang digunakan, singkatan atau akronim
yang memiliki arti khusus, dan definisi dari frasa yang digunakan.
e) Penanggung
jawab, berisi penjelasan tentang siapa yang bertanggung jawab dalam tugas,
situasi, dan tempat tertentu.
f) Metode,
berisi bagian yang mengidentifikasi semua langkah-langkah terkait dengan
prosedur yang dibutuhkan.
g) Criteria
atau daftar aktifitas.
h) Manajemen
penyimpanan atau perekaman data.
Bagian
pemeriksaan dan pengontrolan dalam SOP administratif, yaitu sebagai berikut:
a) Deskripsi
tentang persiapan sesuai dengan prosedur pengontrolan, seperti penyesuaian,
penghitungan ulang dan identifikasi ulang.
b) Deskripsi
berapa kali hasil proses diskusi mengenai tujuan.
c) Memberikan
gambaran mengenai keterbatasan data dan tindakan.
d) Memberikan
gambaran hasil dari pengawasan.
Referensi
dalam SOP administratif berisi tentang hal-hal sebagai berikut :
a) Acuan
yang jelas mengenai dokumen atau prosedur SOP
b) Buku
acuan yang digunakan
c) Metode-metode
dan literatur yang di tulis sesuai kaidah yang berlaku.
d) SOP
sesuai kaidah yang berlaku.
e) Pengambilan
kalimat (kutipan) kalimat yang panjang disisipkan dalam lembar lain agar tetap
mudah dibaca dan di akses.
b. SOP
Teknis
SOP
teknis adalah prosedur operasi standar yang tercatat dan diuraikan secara
detail, rinci dan teliti serta menggambarkan kegiatan yang dilakukan oleh satu
orang atau satu kesatuan tim kerja untuk berbagai aktifitas di perusahaan
sehingga tidak ada kemungkinan variasi lain.SOP teknis biasanya berisi instruksi
dan diterapkan dalam pekerjaan bidang keuangan, kearsipan, dokumentasi, laboraturium,
kedokteran, layanan masyarakat dan kepegawaian.
Contohnya SOP pengagendaan surat, SOP
pemberian disposisi, dan SOP pengoperasian komputer.
Beberapa hal yang harus
diperhatikan terkait SOP teknis adalah sebagai berikut :
1) Umumnya
berisi instruksi.
2) Dibutuhkan
untuk mengukur aktifitas data.
3) Membutuhkan
langkah khusus untuk mencapai tujuan,koordinasi,laporan dan rekaman.
4) Setiap
aktifitas harus sesuai dengan gambaran kerja, meskipun formatnya dapat di
modifikasi, dikurangi atau diperluas.
Lima hal yang harus ada dalam SOP adalah
sebagai berikut :
1) Halaman
judul
2) Daftar
isi
3) Prosedur
4) Pengontrolan
5) Referensi
Bagian-bagian prosedur dalam SOP teknis
adalah sebagai berikut :
a) Jangkauan
dan ketergunaan, menjelaskan tujuan, dan cara pengaturan syarat prosedur
b) Abstraksi,
merupakan kesimpulan prosedur.
c) Definisi,
yang berisi singkatan, identifikasi singkatan atau terminology yang digunakan.
d) Kesehatan
dan keselamatan.
e) Peringatan,
menggambarkan kegiatan yang di didalamnya mungkin terjadi salah percobaan atau
peralatan tertentu mengalami kerusakan.
f) Gangguan,
menggambarkan segi ketelitian atau adanya beberapa bagian dari proses yang
mungkin terganggu.
g) Tanggung
jawab individu, berisi cara individu bertanggung jawab terhadap tugas yang
wajib dikerjakan.
h) Peralatan
dan persediaan, berisi materi, peralatan, daftar dan spesifikasi.
i)
Metode, berisi cara untuk menentukan
langkah yang dibutuhkan.
j)
Pengaturan data, yang menjadi dasar
untuk penentuan perincian data yang sudah di proses sebelumnya.
Bagian pengontrolan berisi hal-hal
sebagai berikut :
a) Deskripsi
persiapan sesuai dengan prosedur pengontrolan, seperti penyesuaian,
penghitungan ulang dan identifikasi ulang.
b) Deskripsi
hasil proses diskusi mengenai tujuan.
c) Gambaran
keterbatasan data dan tindakan.
d) Gambaran
hasil pengawasan.
Bagian referensi berisi tentang hal-hal
sebagai berikut :
a) Acuan
yang jelas mengenai dokumen atau prosedurnya.
b) Buku
acuan yang digunakan.
c) Metode
dan literature ditulis sesuai dengan kaidah yang berlaku.
d) SOP
sesuai dengan kaidh yang berlaku.
e) Agar
tetap mudah dibaca dan di akses, sisipkan kutipan dilembar lain.
2. BERDASARKAN
BESAR KEGIATAN
a. SOP Makro
Yaitu integrasi dari beberapa SOP yang lebih
kecil (mikro) yang membentuk serangkaian kegiatan dan tidak menggambarkan
kegiatan yang real dilakukan oleh pelaksana.
Contohnya adalah SOP pengolahan surat.
b. SOP Mikro
Yaitu
merupakan gambaran kegiatan dari bagian yang lebih besar (makro) dan disebut
sebagai sub atau bagian SOP.
Contohnya adalah SOP pengiriman surat.
3. BERDASARKAN
KELENGKAPAN KEGIATAN
a. SOP Final
Yaitu
SOP yang berdasarkan cakupan kegiatannya telah menghasilkan produk utama yang
paling akhir digunakan untuk produk kerja.
Contohnya :
·
SOP penyusunan pedoman merupakan SOP
final dari SOP penyiapan bahan penyusunan pedoman.
·
SOP penyelenggaraan bimbingan teknis
merupakan SOP final dari SOP penyiapan penyelenggaraan bimbingan teknis.
b. SOP Parsial
Yaitu
SOP berdasarkan cakupan kegiatannya belum menghasilkan produk utama dan
memiliki rangkaian kegiatan lanjutan yang mencerminkan produk utama akhir.
Contohnya
:
·
SOP penyiapan bahan penyusunan pedoman
merupakan bagian (parsial) dari SOP penyusunan pedoman.
·
SOP penyiapan penyelenggaraan bimbingan
teknis merupakan bagian (parsial) dari SOP penyelenggaraan bimbingan teknis.
4. BERDASARKAN
JENIS KEGIATAN
a. SOP Generik
Yaitu SOP yang kegiatannya memiliki
kesamaan langkah sehingga SOP ini bisa di adopsi di unit kerja lain.
Contohnya : SOP pengelolaan keuangan
b. SOP Spesifik
Yaitu SOP yang kegiatannya memiliki
langkah khusus dan tidak dapat diterapkan di unit kerja lain.
Contohnya : SOP pelaksanaan publikasi
Hasil Uji Laboraturium X di perusahaan Y berlaku pada laboraturium X
diperusahaan Y dan tidak berlaku pada laboraturium lainnya meskipun pada
perusahaan Y.
E. Prinsip
Penyusunan SOP
1. Prinsip
efisiensi dan efektifitas,berarti prosedur yang singkat dan cepat dalam
mencapai target pekerjaan serta memerlukan sumber daya yang paling sedikit.
2. Prinsip
berorientasi, berarti prosedur yang di standarkan harus mempertimbangkan
kebutuhan pengguna.
3. Prinsip
kejelasan, dan kemudahan, berarti SOP disusun dengan jelas,sederhana dan tidak
berbelit-belit sehingga mudah dimengerti dan diterapkan.
4. Prinsip
keselarasan, berarti SOP yang dibuat harus selaras dengan SOP lain yang
terkait.
5. Prinsip
keterukuran, berarti hasil, waktu dan proses pencapaian pekerjaan dapat diukur
kuantitas serta kualitasnya.
6. Prinsip
dinamis, berarti prosedur yang di standarkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan
kualitas pelayanan yang berkembang.
7. Prinsip
kepatuhan hukum, berarti SOP yang disusun telah menjamin prosedur yang di
standarkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
8. Prinsip
kepastian hukum, berarti SOP yang disusun harus ditetapkan oleh pimpinan yang
harus ditaati dan harus dilaksanakan serta untuk melindungi karyawan dari
kemungkinan tuntutan hukum.
9. Prinsip
transparansi dan keterbukaan, berarti SOP yang dilaksanakan harus jelas dan
siap untuk menerima masukan baik dari karyawan maupun masyarakat.
F. Teknik
Penyusunan SOP
1. Membentuk
Tim dan Kelengkapannya
Setiap anggota membentuk tim dan
melaksanakan tugasnya masing-masing dan menyajikan hasil-hasil pengembangannya
kepada pimpinan.
2. Memberikan
Pelatihan untuk Anggota Tim
Anggota tim harus diberi pelatihan yang
cukup tentang bagaimana penyusunan SOP agar setiap anggota dapat bekerja dengan
baik.
3. Sosialisasi
SOP ke Seluruh Unit
Tujuan sosialisasi SOP adalah agar
diketahui oleh seluruh satuan kerja. Apabila terjadi perubahan para pimpinan
unit dapat segera melakukannya.
G. Prinsip
Penerapan SOP
1. EFISIEN
Sebagai standarisasi cara yang dilakukan
pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tugasnya.
2. KONSISTEN
Memastikan pelaksanaan tugas
penyelenggaraan pemerintahan agar dapat berlangsung dalam berbagai situasi.
3. KOMITMEN
Memberikan informasi mengenai beban
tugas yang dipikul oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya.
4. MENGIKAT
Mengurangi tingkat kesalahan daan
kelalaian yang mungkin dilakukan seorang pegawai dalam menjalankan tugas.
5. PERBAIKAN
BERKELANJUTAN
Meningkatkan efisiensi dan efektifitas
pelaksanaan tugas dan tanggung jawab individual pegawai dan organisasi secara
keseluruhan agar lebih baik.
6. MEMILIKI
PERAN PENTING
Memberikan informasi mengenai
kualisifikasi kopetensi yang harus dikuasai oleh pegawai dalam melaksanakan
tugasnya.
7. TERDOKUMENTASI
Seluruh prosedur kerja atau kegiatan
dijadikan dokumentasi.
H. Format
SOP
Format SOP yang baik adalah dapat
menyampaikan informasi yang dibutuhkan dengan tepat, memfasilitasi dan
mengimplementasikan SOP secara konsisten.
Faktor-faktor yang digunakan
sebagai pedoman dasar penentuan format penyusunan SOP adalah sebagai berikut :
·
Jumlah keputusan yang akan dibuat dalam
prosedur
·
Jumlah langkah dan sublangkah yang
diperlukan dalam suatu prosedur
·
Penentuan pelaksanaan SOP
·
Tujuan yang ingin dicapai dalam
pembuatan SOP
Isi
format SOP secara umum mencakup hal-hal berikut :
1. Persetujuan
Persetujuan
disesuaikan dengan kondisi setiap perusahaan dan harus ada orang yang menandatangani
SOP tersebut agar dapat menjadi pedoman/aturan.
2. Tujuan
Tujuan SOP berisi tentang kepentingan
pembuatan SOP.
3. Definisi
Definisi ini penting untuk di
standarisasi agar semua pembaca SOP memiliki satu pengertian yang sama untuk
sebuah istilah yang ada dalam SOP.
4. Kebijakan
Yaitu peraturan yang harus disiapkan
demi kelancaran pelaksanaan SOP
5. Penjelasan
Prosedur
Penjelasan prosedur dapat dibuat dalam
bentuk grafik, gambar, narasi, atau petunjuk teknis ( instruksi kerja yang
sederhana) agar SOP mampu mengakomodasi semau kebutuhan pembaca.
6. Lampiran
Lampiran dalam SOP berupa contoh
formulir dan contoh laporan.
Beberapa
contoh format SOP :
1. Langkah
sederhana (simple steps)
Simple steps yaitu bentuk SOP paling
sederhana, biasanya digunakan jika prosedur yang disusun hanya memuat sedikit
kegiatan dan memerlukan sedikit keputusan.
2. Tahapan
berurutan (hierarchical steps)
Merupakan pengembangan dari simple steps
dan digunakan ketika prosedur yang disusun lebih dari sepuluh langkah,
membutuhkan informasi lebih detail dan sedikit pengambilan keputusan.
3. Grafik
(graphic)
Digunakan ketika prosedur yang disusun
menghendaki kegiatan spesifik dan dengan banyak langkah.
4. Diagram
alur (flowchart)
Berfungsi sebagai alat bantu komunikasi
dalam mengambil keputusan yang banyak dan membutuhkan alternative jawaban “ya”
atau “tidak”.
Flowchart memiliki kelebihan yaitu :
·
Mendeskripsikan prosedur secara lebih
ringkas
·
Memiliki tampilan yang lebih praktis dan
lebih menarik dan dapat lebih mudah dimengerti dan digunakan
Flowchart memiliki dua macam bentuk,
yaitu :
a. Linear
flowchart (diagram alur linier)
·
Berbentuk vertikal dan horizontal
·
Cirri utama adalah adanya unsur kegiatan
yang disatukan, yaitu pelaksana dan rumusan kegiatan dibuat ringkas dalam
bentuk symbol.
b. Branching
flowchart (diagram alur bercabang)
·
Cirri utamanya adalah adanya unsure
pelaksana yang dipisahkan dari kolom kegiatan dan deskripsi prosedur kegiatan
dilakukan dalam bentuk symbol yang dihubungkan secara bercabang.
Hal-hal yang harus diperhatikan
dalam membuat SOP dengan format flowchart :
a. Setiap
kegiatan ditunjukkan dengan jelas dalam urutan yang benar
b. Kegiatan
yang terpotong akan disambung dengan petunjuk yang jelas dengan symbol
penghubung standar
c. Sebaiknya
digambar dari atas kebawah dan dimulai dari bagian kiri suatu halaman.
d. Petunjuk
harus jelas dari awal sampai berakhirnya kegiatan
e. Untuk
mewakili suatu pekerjaan masing-masing kegiatan, sebaiknya digunakan satu kata.
A. Simbol-simbol
SOP
Untuk menyusun SOP yang tepat, umumnya
menggunakan format flowchart. Simbol-simbol yang digunakan dalam penyusunan flowchart
adalah sebagai berikut :
Nama
|
Arti
|
Fungsi
|
Terminator (kapsul)
|
Awal atau akhir aliran proses
|
1. Simbol buka tutup yang melambangkan awal atau akhir aliran proses.
2. Petunjuk mulainya kegiatan diberi kata-kata “END” atau “SELESAI”
3. Untuk awal kegiatan buat anak panah mengarah kebawah pada symbol kapsul dan untuk akhir kegiatan anak panah harus dari atas simbol kapsul
4. Untuk awal, simbol kapsul terletak diujung kiri, sesuai urutan.
|
|
|
Simbol inti satu yang melambangkan kegiatan (eksekusi).
|
1. Untuk mendeskripsikan kata kerja yang jelas dan singkat seperti simpan data formulir, ambil data formulir.
2. Untuk menggambarkan proses pengolahan pada program computer dan logaritma.
|
Manual input (lantas)
|
Input yang dimasukkan secara manual
|
1. Untuk menggambarkan proses yang melibatkan manusia dan computer seperti memasukkan data kedalam computer
2. Digambarkan dengan segi empat yang diatasnya miring dan bagian kanan lebih tinggi dari bagian kiri.
|
Decision (belah ketupat)
|
Simbol inti dua keputusan dalam program
|
1. Untuk mengambil keputusan.
2. Digunakan untuk satuan peran kegiatan dengan satu simbol.
3. Menggunakan bentuk pertanyaan “ya” atau “tidak”
|
Connector
|
Jalannya suatu proses
|
1. Membuat simbol anak panah sesuai dengan pedoman prosedur yang berlaku pada simbol yang dihubungkan
2. Arah anak panah inti selalu menuju ke sisi atas tengah simbol, sedangkan arah anak panah balikan tergantung pada kondisi yang dihadapi, bisa dari bawah ke atas dan bisa dari sisi kanan atau sisi kiri.
3. Arah anak panah tidak boleh bersilangan. Jika terdapat bersilangan , digambarkan dengan tanda Ω (omega).
|
Data
|
Proses input/output (I/O)
|
1. Untuk menunjukkan data yang menjadi input atau merupakan output suatu proses.
|
Off-page connector (segi lima)
|
Untuk menghubungkan simbol pada halaman yang berbeda atau berganti halaman
|
1. Simbol ditulis terlebih dahulu dengan anak panah dari simbol sebelumnya pada halaman yang terputus dan diteruskan dengan anak panah menuju simbol berikutnya pada halaman berikutnya dan berlaku sebaliknya untuk anak panah balikan.
2. Apabila gambar yang akan dihubungkan berada pada halaman yang berbeda, gunakan off-page reference yang dilambangkan dengan segi lima, tidak perlu ditulis nomor.
3. Teks/label untuk connector dapat menggunakan huruf dan off page reference menggunakan angka.
|
Subprocess atau pre-defined
|
Menggambarkan langkah lebih terperinci
|
1. Untuk mendeskripsikan flowchart sesuai dengan tingkat pimpinan detail/lebih rinci yang kita inginkan, misalnya susunan tingkat manajer pada organisasi kadang hanya perlu gambaran prosedur secara umum, tidak dalam detail teknis.
|
|
|
Menunjukkan proses keberadaan dokumen
|
1. Untuk menunjukkan data atau informasi yang masuk atau keluar dari sistem
|
|
|
Lembar/halaman yang sama
|
1. Untuk menghubungkan elemen dalam flowchart sebagai pengganti garis
2. Untuk menyederhanakan bentuk saat simbol yang akan dihubungkan jaraknya berjauhan dan rumit jika dihubungkan dengan garis
|
|
|
Lambing segi empat yang sisi tegaknya melengkung ke kiri
|
1. Untuk menggambarkan informasi yang disimpan dalam media penyimpanan data secara umum, seperti hard drive, memory card, flash disk, atau media lain
|
Database
|
Simbol cakram magnetik
|
1. Basis data dan data dalam computer dapat menggunakan stored data
2. Untuk melambangkan data yang disimpan dalam hard drive
3. Untuk membedakan data-data yang diakses dari database secara online atau hanay dari komputer
|
|
|
Tidak melibatkan komputer
|
1. Digunakan untuk menggambarkan proses atau operasi yang dilakukan secara manual, seperti mengisi formulir atau memeriksa dokumen.
|
Bab 2. Pengelolaan
Waktu Secara Produktif
A. Pengelolaan
Waktu
Dalam arti sempit, waktu adalah sumber
daya unik dan sangat berharga. Dalam arti luas, waktu adalah suatu keadaan atau
kesempatan yang dimiliki seseorang dalam hidupnya untuk mencapai tujuan
tertentu. Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia, waktu adalah seluruh rangkaian saat proses, perbuatan, atau
keadaan berada atau langsung.
Terdapat tiga istilah yang berkaitan
dengan waktu dalam bahasa Yunani, yaitu :
1. Hora,
artinya durasi atau jangka waktu untuk menentukan kegiatan, misalnya 5 menit, 1
jam, atau harus selesai tanggal 10 bulan ini.
2. Chronos,
artinya urutan kegiatan waktunya dapat diukur dengan jam, hari, bulan, tanggal
atau tahun.
3. Kairos,
artinya waktu yang sangat berharga atau berarti bagi kehidupan karena waktu
tidak dapat diputar kembali.
Berikut ini adalah tujuh sifat unik dari
waktu, yaitu sebagai berikut :
·
Waktu tidak dapat diputar ulang atau
tidak pernah kembali (irreversible)
·
Waktu tidak dapat dipindahkan kepada
orang lain (untrasferable)
·
Waktu tidak dapat digantikan oleh apapun
(unsubstitutable)
·
Waktu tidak dapat dijual atau dibayar (unpayable)
·
Waktu terus berjalan dan tidak pernah
berhenti (unstoppable)
·
Waktu tidak dapat ditabung atau dihemat (unsaveable)
·
Waktu tidak dapat dikurangi atau
ditambah (unsubsidence)
Jadi
dapat ditarik kesimpulan bahwa, pengelolaan waktu adalah pengoordinasian dan
pengintegrasian sumber daya yang sangat berharga sedemikian rupa sehingga
mencapai tujuan tertentu yang diharapkan.
Ada
tiga cara untuk mengatur waktu, yaitu sebagai berikut :
1. Menetapkan
tujuan (a goal)
Tujuan merupakan sasaran atau target yang ingin dicapai, misalnya target
untuk mencapai prestasi dalam belajar,pekerjaan dan sebagainya. Tujuan dapat
dibedakan menjadi tujuan jangka pendek, tujuan jangka menengah, dan tujuan
jangka panjang.
2. Membuat
perencanaan (planning)
Perencanaan yang dapat dilakukan dalam mengatur waktu adalah sebagai berikut
:
·
Mengatur aktifitas
·
Menentukan prioritas
·
Membuat rencana nyata
·
Membuat agenda harian
3. Melakukan
tindakan (take action)
Segera mulai pekerjaan sesuai dengan target dan rencana yang telah
dibuat. Jika tidak dilaksanakan, semua target dan rencana yang telah dibuat
tidak akan berarti apa-apa dan akan berakhir sebagai catatan saja.
B. Pengertian
Pengelolaan Waktu
Berikut ini adalah pengertian manajemen
waktu menurut beberapa ahli :
·
Iman
Muliana
Manajemen waktu adalah perencanaan,
pengorganisasian,penggerakan, dan pengawasan produktifitas waktu.
·
Rosemary
McMahon
Dalam bukunya Manajemen Pelayanan Kesehatan (1999), manajemen waktu adalah
pengaturan sasaran dan pencapaian tujuan sebelum seseorang mengelola waktu.
·
Harold
Taylor
Manajemen waktu adalah pencapaian
sasaran utama kehidupan sebagai hasil dari menyisihkan kegiatan yang tidak
berarti dan sering memakan banyak waktu.
·
B.L.
Marquis dan C. J
Huston
Manajemen waktu adalah membuat
penggunaan yang ada secara optimal.
·
Srijani
Dalam bukunya Etika Membangun Sikap (2007), manajemen waktu adalah aktivitas
memanfaatkan waktu yang tersedia untuk mencapai tujuan.
Berdasarkan definisi-definisi diatas,
dapat disimpulkan bahwa manajemen waktu adalah proses pencapaian suatu tujuan
tertentu yang telah ditentukan dengan mengatur waktu sebagai sumber daya
tertentu secara efektif dan efisien.
Berikut
ini langkah-langkah dalam mengelola manajemen waktu, adalah sebagai berikut:
1.Buatlah
daftar pekerjaan (to do list) dengan
menggunakan kalender per hari, per minggu dan per bulan , dengan membuat daftar
target pekerjaan untuk jangka pendek dan jangka panjang .
1. Tuliskan
hal yang akan dikerjakan atau dilakukan sehari-hari
2. Tuliskan
tujuan atau sasaran utama berdasarkan skala prioritas.
3. Kerjakan
tugas mulai dari daftar teratas terus ke daftar di bawahnya.
4. Perkiraan
waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap pekerjaan.
5. Bagilah
sebuah tugas besar dalam beberapa tugas kecil.
6. Tetapkan
alokasi waktu serta target yang akan dicapai sesuai dengan prioritas yang telah
ditentukan
7. Jangan
menunda pekerjaan.
8. Lakukan
evaluasi. Periksa batas waktu penerapannya pada jadwal yang telah dibuat.
C. Manfaat
Pengelolaan Waktu
Mengatur atau mengelola waktu merupakan
hal yang baik agar waktu dapat dimanfaatkan secara produktif, dengan adanya
pengelolaan waktu, anda dapat mengetahui tujuan dengan jelas, memiliki rencana
untuk mencapai tujuan, serta dapat memilah hal-hal yang menjadi prioritas untuk
dilakukan.
Manfaat lain dari adanya pengelolaan
waktu, yaitu sebagai berikut :
1. Meningkatkan
disiplin diri
2. Menagtur
kegiatan pribadi dengan efektif dan efisien sehingga mampu memberikan hasil
kerja optimal.
3. Meningkatkan
produktifitas kerja dan menghasilkan kinerja yang bagus dan baik
4. Menentukan
skala prioritas pekerjaan
5. Merencanakan
program jangka waktu
6. Menghindari
rasa sesal, kecewa atau stres karena gagal mencapai tujuan akibat tidak dapat
mengelola waktu dengan baik.
D. Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Pengelolaan Waktu
Taylor,seorang ahli dalam bidang
manajemen mengemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan waktu, yaitu
sebagai berikut :
1. Jenis
kelamin
Kaum perempuan memiliki manajemen waktu
lebih banyak daripada laki-laki karena perempuan lebih banyak mengisi waktu
dengan berbagai kegiatan dibandingkan dengan laki-laki yang lebih suka
bersantai atau tidur.
2. Usia
Usia sangat berperan penting dalam
manajemen waktu karena semakin tua usia seseorang,maka semakin baik pula
kemampuan manajemen waktunya, dan karena pengalaman ikut berperan juga.
3. Pengaturan
diri
Dengan pengaturan atau pengendalian diri
yang tinggi, kita sudah dapat membuat manajemen dengan baik dan dapat memilih
mana pekerjaan yang penting untuk terlebih dahulu diselesaikan.
4. Motivasi
Jika kita memiliki motivasi yang tinggi
maka semakin tinggi pula manajemen waktunya.
5. Pencapaian
tujuan
Semakin tinggi tekad untuk mencapai
tujuan dengan baik, semakin baik pula pengelolaan waktunya.
E. Prinsip-Prinsip
Pengelolaan Waktu
Pengelolaan waktu dimulai dari
menetapkan sasaran atau tujuan, merencanakan waktu, mengalokasikan dan
menganalisis waktu yang dibutuhkan . Dalam mengelola waktu dengan tepat harus
memperhatikan beberapa hal dasar, sebagai berikut :
1. Luangkan
waktu untuk merencanakan dan menetapkan prioritas.
2. Selesaikan
tugas berprioritas tinggi.
3. Selesaikan
tugas sebelum memulai tugas selanjutnya.
4. Prioritaskan
kembali pekerjaan yang belum selesai berdasarkan informasi terkait.
Berikut
ini adalah prinsip-prinsip manajemen waktu yang dapat dijadikan landasan dalam
mengelola waktu :
1. J. J. Reza
dalam bukunya Manage Your Ttime For Success
mengungkapkan prinsip pengelolaan waktu harus memiliki sasaran, dan sasaran
tersebut haruslah SMART, yang artinya :
·
Specific
(sasaran harus spesifik)
Rencana yang dibuat untuk menyelesaikan
sebuah pekerjaan harus dibuat secara jelas dan terperinci.
·
Measurable
(sasaran harus terukur)
Dalam mengelola waktu anda haus dapat
menganalisis dan mengatur waktu yang ditentukan.
·
Attainable
(sasaran dapat dicapai)
Tujuan harus dapat dicapai dengan
mengetahui kondisi internal anda.
·
Realistic
(sasaran harus sesuai dengan kemampuan)
Sasaran atau tujuan harus sesuai dengan
sumber daya yang dimiliki dan masuk akal.
·
Time-Bound
(sasaran dibatasi oleh waktu)
Sasaran harus terikat waktu tertentu.
2. Dr. Yan Yager
, dengan prinsip manajemen waktu sebagai berikut :
a. Tetapkan
sasaran atau tujuan yang ingin dicapai.
b. Selalu
berusaha atau aktif untuk mencapai tujuan.
c. Lakukan
sesuatu berdasarkan skala prioritas.
d. Fokus
pada sasaran yang ingin dicapai.
e. Tentukan
batas waktu yang realities.
f. Lakukan
sekarang juga atau DO IT NOW,
merupakan singkatan dari :
·
D
(Divide), yaitu membagi
tugas yang besar menjadi beberapa bagian tugas.
·
O
(Organize),
yaitu cara mengatur sumber daya dan melaksanakan tugas sesuai dengan sasaran.
·
I
(Ignore),
yaitu mengabaikan interupsi yang mengganggu pelaksanaan tugas.
·
T
(Take),
yaitu meluangkan waktu sendiri untuk belajar, agar dapat meningkatkan prestasi
dalam melaksanakan tugas.
·
N
(Now),
yaitu mengerjakan tugas yang mendekati waktu yang sudah ditentukan. Jangan
menunda untuk menyelesaikannya.
·
O (Opportunity),
yaitu mempunyai kesempatan untuk memanfaatkan waktu luang.
·
W (Watch Out),
yaitu waspada terhadap waktu yang terbuang, baik secara internal ataupun
eksternal.
g. Selalu
menjaga keseimbangan kehidupan dalam melaksanakan aktifitas yang rutin.
F. Teknik
Pengelolaan Waktu
1. Menentukan
urutan prioritas
Urutan prioritas adalah daftar pekerjaan
yang harus didahulukan atau diutamakan. Sedangkan skala prioritas adalah urutan
kegitan yang dilaksanakan berdasarkan waktu penyelesaiannya.
Langkah pertama dalam menentukan urutan
prioritas adalah membagi keperluan berdasarkan waktu yang dikerjakan. Terdapat
tiga kategori yang harus diperhatikan, yaitu sebagai berikut :
a. Jangan
dikerjakan (don’t do) karena
pekerjaannya membutuhkan waktu lama.
b. Kerjakan
nanti (do later) atau menunda
pekerjaan karena :
· Batas
waktu pengumpulan masih lama
· Pekerjaan
terlalu sulit sehingga tidak ingin memulainya
· Tugas
terlalu banyak sehingga tidak tahu harus memulai darimana
c. Kerjakan
sekarang (do now) karena pekerjaan
tidak bisa ditunda.
Dalam
menentukan urutan prioritas harus memperhatikan kepentingan dan keterdesakan
aktifitas atau pekerjaan, mulai dari yang paling penting dan mendesak,penting
dan tidak mendesak,pekerjaan yang mendesak dan tidak penting, kemudian
pekerjaan yang tidak penting dan tidak mendesak.
a. Mendesak
dan penting, artinya bentuk pekerjaan yang harus segera dilakukan dan tidak
dapat ditunda . contohnya : mengerjakan tugas sekolah yang harus diserahkan
besok.
b. Penting,
artinya bentuk pekerjaan yang sudah dijadwalkan dengan baik dan rutin.
Contohnya : ekstrakulikuler.
c. Mendesak
dan tidak penting, artinya bentuk kegiatan tidak penting tetapi harus
dilakukan. Contohnya : berbelanja.
d. Tidak
mendesak dan tidak penting, artinya bentuk kegiatan yang dilakukan secara
berlebihan dan kepentingannya rendah. Contohnya : membaca novel
2. Melakukan
delegasi
Pendelegasian yaitu pelimpahan sebagian
tugas dan pekerjaan kepada orang yang tepat dengan tujuan untuk meningkatkan
efisiensi waktu kerja dan efektifitas kinerja. Langkah-langkah pendelegasian
adalah sebagai berikut :
a. Pilih
orang yang tepat dan punya antusias untuk melaksanakan tugas.
b. Berikan
surat mandate atau pelimpahan wewenang yang diperlukan untuk mencapai tujuan
atau tugas.
c. Beri
penjelasan dan identifikasikan tugas yan g akan didelegasikan.
d. Tunjukkan
kepedulian dan kepercayaan terhadap tugas tersebut.
e. Jelaskan
hal yang ingin dicapai dan manfaat yang diperoleh jika mengerjakaan tugas
tersebut.
f. Memiliki
catatan tentang tugas, siapa yang melaksanakan, serta tanggal memberikan tugas
dan batas waktunya.
g. Awasi,
apabila ada penyimpangan atau kekurangan sehingga dapat diperbaiki.
h. Evaluasi,
untuk mengetahui bawahan yang berpotensi dan kelak bisa dipromosikan untuk
menduduki suatu jabatan.
i.
Tentukan metode laporan.
j.
Berilah penghargaan terhadap hasil yang
dicapai.
Tujuh
alasan pentingnya melakukan pendelegasian dalam sebuah perusahaan, yaitu
sebagai berikut :
a. Menghemat
waktu.
b. Memotivasi
dan membantu mengembangkan keahlian bawahan.
c. Melancarkan
kegiatan organisasi.
d. Meningkatkan
produktifitas dan mengembangkan organisasi atau perusahaan.
e. Bawahan
dapat belajar bertanggung jawab.
f. Meningkatkan
kepercayaan diri.
g. Meningkatkan
inisiatif.
3. Memiliki
perilaku asertif
Orang yang berani dan jujur berkata
“tidak” adalah orang yang memiliki perilaku asertif. Menurut Horgie (1990), Stresterhim dan Boer
(1980), Asertif (dari kata assertiveness
atau assertion) adalah orang yang
memiliki kepercayaan diri yang baik sehingga dapat mengungkapkan pendapat dan
ekspresi. Oleh karena itu, asertif dapat diartikan sebagai jelas, sopan,
santun, dan tidak mengganggu hak orang lain.
Unsur-unsur dari sikap asertif adalah
sebagai berikut :
·
Terbuka dan jelas
·
Langsung dan jujur
·
Bersikap sopan dan santun
·
Ada feedback
Adapun cirri-ciri perilaku asertif adalah sebagai berikut :
· Selalu
terbuka dan jujur.
· Berhati-hati
untuk menolak pekerjaan.
· Selalu
mendengarkan pendapat orang lain dan memahaminya.
· Mampu
menghargai diri sendiri dan orang lain.
· Mampu
mengatasi secara lose-win solution.
· Mampu
mencari solusi dan keputusan terhadap hal-hal yang tidak sepaham.
· Selalu
menyatakan pendapat pribadi tanpa bermaksud melukai perasaan orang lain.
· Mampu
mempertahankan harga diri dan menunjukkan rasa hormat kepada orang lain.
G.
Evaluasi Pengelolaan Waktu
1. Pengertian
evaluasi penggunaan waktu
Berikut adalah beberapa definisi evaluasi
menurut para ahli :
·
Muhibin
Syah
Evaluasi adalah penilaian terhadap
tingkat keberhasilan seseorang dalam sebuah program.
·
Suharsimi
Arikunto
Evaluasi adalah kegiatan untuk
mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang digunakan untuk
menentukan alternatif yang tepat dalam mengambil keputusan.
·
Tague-Sutclife
Evaluasi bukan sekedar menilai suatu
aktifitas secara spontan dan insidentasl, melainkan kegiatan untuk menilai
secara sistematis dan terarah berdasarkan tujuan yang jelas.
·
Azwar
Evaluasi adalah suatu proses yang
teratur dan sistematis dalam membandingkan hasil yang dicapai dengan tolak ukur
atau criteria yang telah ditetapkan, kemudian dibuat suatu kesimpulan.
Berdasarkan definisi-definisi diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa evaluasi
adalah proses penilaian yang sistematis untuk menilai kinerja seseorang, yang
akan bermanfaat dalam rangka pengambilan keputusan terhadap implementasi dan
efektifitas suatu kegiatan.
Sementara
itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, waktu
adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan atau keadaan berada atau
langsung. Jadi evaluasi penggunaan waktu adalah suatu proses untuk menentukan
nilai hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan dengan tujuan dan dengan
waktu yang ditentukan.
2. Tujuan
evaluasi penggunaan waktu
Tujuan evaluasi penggunaan waktu dalam
suatu perusahaan adalah untuk menilai seluruh kegiatan yang telah dilakukan
oleh karyawan dalam melaksanakan tanggung jawabnya.
3. Manfaat
evaluasi penggunaan waktu
·
Mengetahui berapa waktu yang digunakan
untuk menghasilkan pekerjaan yang terbaik.
·
Mengetahui berapa waktu yang digunakan
untuk melaksanakan satu jenis kegiatan.
·
Mengetahui berapa waktu yang digunakan
untuk membaca, memahami dan belajar.
·
Mengetahui berapa waktu perjalanan anda
menuju tempat kerja atau sekolah dan pulang kembali ke rumah.
·
Mengetahui berapa waktu yang digunakan
untuk beristirahat, berolahraga dan bersantai.
·
Mengetahui berapa waktu yang digunakan
untuk keluarga dan untuk bersosialisasi dengan masyarakat.
Bab 3.
Otomatisasi dalam Administrasi Perkantoran
A. Hakikat
Otomatisasi
1. Pengertian
Otomatisasi Kantor
Kata otomatisasi berasal dari Bahasa
Inggris automation, yang berarti
penggunaan peralatan otomatis. Kata tersebut sepadan dengan mechanization , yang berarti menerapkan
sistem mekanis dan computerization,atau
penggunaan dan pemanfaatan komputer.
Otomatisasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berasal dari kata “otomatis” yang berarti bekerja dengan
sendirinya.
Otomatisasi kantor
sering juga disebut sebagai Office Automation (OA). Berikut ini adalah
beberapa pengertian Office Automation menurut para ahli, yaitu
sebagai berikut :
·
G.
R. Terry
Otomatisasi berarti pengaturan dengan
satu mesin atau lebih yang dijalankan tanpa pengikutsertaan manusia, kecuali
untuk menekan tombol penggerak. Pengaturan tersebut menggunakan peralatan atau
mesin-mesin yang memiliki kecepatan tinggi.
·
McLeod
Otomatisasi kantor adalah semua sistem
elektronik formal dan informal, terutama yang berkaitan dengan komunikasi
informasi kepada dan dari orang yang berada didalam atau diluar perusahaan.
·
Sedarmayanti
Otomatisasi adalah cara pelaksanaan
otomatis dengan pemanfaatan yang menyeluruh dan seefisien mungkin sehingga
bahan dan sumber daya yang ada dapat digunakan secara maksimal.
·
Azhar
Susanto
Otomatisasi kantor merupakan aplikasi
teknologi informasi yang dirancang untuk meningkatkan produktifitas karyawan.
·
Menteri
Pendayagunaan Negara dalam Surat Keputusan No. 13/KEP/M.PAN/1/2003 tentang
Pedoman Umum Perkantoran Elektronis Lingkup Internet di Lingkungan Instansi
Pemerintah
Otomatisasi perkantoran di istilahkan
dengan kegiatan perkantoran elektronis (electronic
office). Artinya, keberadaan aplikasi perkantoran mengganti proses
administrasi berbasis manual ke proses berbasis elektronis dengan memanfaatkan
fasilitas jaringan lokal (LAN).
Berdasarkan
definisi-definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa otomatisasi perkantoran
adalah penggunaan teknologi atau peralatan kantor secara elektronik dalam
melaksanakan pekerjaan kantor agar tercipta efisiensi, efektifitas dan
produktifitas kerja.
2. Tujuan
Otomatisasi Kantor
a. Menggabungkan
penerapan teknologi
b. Memperbarui
proses pelaksanaan pekerjaan di kantor
c. Meningkatkan
produktifitas dan efektivitas pekerjaan
d. Meningkatkan
komunikasi yang baik antarmanager
e. Mendukung
pengambilan keputusan yang lebih baik dan cepat
3. Manfaat
Otomatisasi Kantor
a. Pendapatan
lebih tinggi
b. Membantu
pemecahan masalah dalam tim
c. Membantu
dalam komunikasi bisnis
B. Dampak Otomatisasi dalam Administrasi
Perkantoran
Banyak
aktifitas yang dapat dilakukan hanya dengan menggunakan smartphone saja antara
lain membayar listrik, membayar tagihan telepon, pembelian barang dan tiket.
Kemudahan dalam otomatisasi ini membuat pembayaran tagihan dapat dilakukan dari
mana saja. Mereka cukup menggunakan smartphone
yang dapat memangkas biaya transportasi menuju tempat pembayaran dan waktu yang
dihabiskan untuk menuju dan mengantre di loket pembayaran.
Dalam
bidang administrasi perkantoran, adanya otomatisasi kantor juga membawa banyak
perubahan , antara lain sebagai berikut :
·
Sekretaris dapat membuat surat secara
cepat dengan menggunakan komputer. Kesalahan dalam pengetikan dapat langsung
diperbaiki. Selain itu, surat dapat langsung di cetak menggunakan printer sehingga proses pembuatan surat
tidak memakan waktu lama.
·
Pengiriman surat tidak harus melalui
kurir atau jasa pengirim surat, tetapi dapat langsung melalui e-mail sehingga lebih efisien.
·
Komunikasi melalui telepon tidak harus
dilakukan dari kantor, tetapi dapat dilakukan dari mana saja secara mobile.
·
Pertemuan atau rapat tidak harus
berkumpul dalam satu tempat, tetapi dapat dilakukan dengan audio atau video conference dari tempat yang berjauhan.
·
Penyimpanan dokumen tidak selalu dalam
bentuk kertas, tetapi dapat dalam bentuk digital sehingga lebih hemat kertas
dan tempat.
·
Proses perekaman data atau kegiatan
tidak lagi harus tertulis.
·
Kegiatan promosi dan kehumasan dapat
dilakukan melalui website perusahaan.
1. Dampak
Positif Otomatisasi Perkantoran
a. Pekerjaan
lebih cepat dan rapi
Dengan adanya otomatisasi,
pekerjaan dilakukan menggunakan peralatan kantor yang semakin lama semakin
canggih. Pekerjaan dapat dilakukan lebih cepat, rapi, dn akurat dengan bantuan
mesin.
b. Penanganan
informasi menjadi lebih mudah
Otomatisasi kantor mempermudah dan
mempercepat penanganan informasi. Berbagai informasi dapat diperoleh dari
berbagai sumber dalam hitungan detik.
c. Kesalahan-kesalahan
dapat cepat diperbaiki
Dengan adanya otomatisasi,
kesalahan-kesalahan pada pekerjaan kantor dapat diminimalisi atau bahkan tidak
terjadi sama sekali.
d. Bertambahnya
kesempatan pekerjaan dalam bidang pemeliharaan peralatan
Penerapan otomatisasi yang
mengunakan mesin memunculkan kebutuhan akan tenaga kerja yang menangani
pemeliharaan mesin. Semakin banyak penerapan otomatisasi digunakan, semakin diperlukan
juga kebutuhan akan tenaga kerja. Banyaknya tenaga kerja yang dapat
diberdayakan tentu dapat mengurangi tingginya tingkat pengangguran.
e. Waktu
kerja menjadi lebih singkat
Penggunaan mesin bertekhnologi
dalam otomatisasi akan mempercepat proses pekerjaan. Hal ini berpengaruh pada
durasi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan.
f. Pekerjaan
menjadi lebih ringan
Dengan adanya otomatisasi, volume
kerja atau jenis pekerjaan dapat dikurangi.
g. Pelayanan
perkantoran lebih luwes
Jika ingin membeli selembar tiket
perjalanan kereta api jarak jauh, calon penumpang harus antre berjam-jam
lamanya di stasiun kereta. Namun, dengan adanya otomatisasi, saat ini sistem
penjualanan tiket dapat dilakukan secara online sehingga tidak perlu lagi
mengantre berjam-jam yang belum tentu juga berakhir dengan mendapatkan tiket.
2. Dampak
Negatif Otomatisasi Perkantoran
a. Karyawan
cenderung bergantung pada mesin (Machine-Minded)
Otomatisasi kantor yang terkait
erat dengan pengunaan mesin tentunya berpengaruh terhadap pola kerja karyawan.
Karyawan menjadi lebih malas berfikir tentang bagaimana caranya membuat surat
yang baik karena hanya meng-copy paste
dari internet. Selain itu penggunaan komputer dan internet memungkinkan
karyawan mengerjakan kegiatan yang tidak berkaitan dengan pekerjaan kantor,
seperti bermain games dari komputer
atau menjalankan aplikasi media sosial melalui komputer. Hal ini dapat
memperlambat selesainya pekerjaan dan akhirnya mengurangi produktifitas.
b. Timbulnya
masalah kesehatan
Penggunaan komputer dalam waktu
yang lama juga berpengaruh terhadap ergonomic tubuh. Bekerja dengan komputer
membuat karyawan lebih banyak duduk sehingga membuat tulang cenderung lemah,
mudah lelah, sering kesemutan dan tidak kuat berdiri terlalu lama.
c. Kurangnya
interaksi sesame karyawan
Otomatisasi menyebabkan karyawan
menjadi lebih lama menggunakan mesin dan waktu bersosialisasi dengan teman
kerja berkurang. Maka hal ini akan membuat karyawan cenderung menjadi
individualis, egois dan kurang empati terhadap sesama. Untuk itu, pihak
manajemen perlu mengadakan refreshing
atau gathering karyawan untuk
mengurangi dampak negatif.
d. Berimplikasi
pada perusahaan
Implikasi terhadap perusahaan
adalah perusahaan juga harus mengikuti perkembangan tekhnologi yang sesuai
dengan kebutuhan perusahaan. Perusahaan harus mau menyesuaikan diri terhadap
kemajuan tekhnologi serta mengeluarkan biaya untuk pengadaan tekhnologi dan
pemeliharaannya
e. Diperlukan
waktu untuk beradaptasi dengan perusahaan
Sosialisasi perubahan kepada
seluruh karyawan merupakan hal yang harus terlebih dahulu dilakukan dengan
tujuan karyawan dapat memahami, mengerti dan mau menjalankan perubahan
tersebut.
f. Menimbulkan
keresahan di pihak karyawan
Dengan adanya otomatisasi kantor,
pekerjaan yang semula dilakukan secara manual dan membutuhkan waktu lebih lama
dapat dilakukan dengan mesin dan dalam waktu yang lebih cepat. Hal ini membuat
karyawan yang merasa memiliki
pengetahuan dan keterampilan terbatas posisinya tak lagi dibutuhkan karna akan
digantikan dengan mesin.
g. Belum
tersedianya software yang dibutuhkan
Ketiadaan atau kesulitan dalam
mendapatkan software mengakibatkan menurunnya kinerja peralatan kantor dalam penerapan otomatisasi.
Bab
4. Penerapan Otomatisasi Dalam Administrasi Perkantoran
A. Pengguna
Otomatisasi Kantor
Pada dasarnya, otomatisasi kantor
digunakan oleh semua personal kantor atau orang yang bekerja di kantor. Namun
terdapat empat pengguna utama yang paling banyak menggunakannya, yaitu :
1.
Manajer
Manajer merupakan orang yang
bertanggung jawab mengelola sumber daya perusahaan dengan menggunakan
fungsi-fungsi manajerial, seperti merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan
dan mengontrol aktifitas kerja di kantor.
2.
Professional
Merupakan orang yang bekerja sesuai
dengan keahlian yang dimilikinya, seperti dokter, guru dan sebagainya.
3.
Sekretaris
Sekretaris merupakan orang yang
bekerja dan dipercaya membantu pimpinan melaksanakan pekerjaan di bidang
administrasi atau tugas-tugas lain.
4.
Pegawai
Administrasi kantor
Pegawai administrasi kantor
merupakan pegawai yang bekerja di bidang administrasi secara umum atau mereka
yang bekerja di bidang ketatausahaan
sehingga sering juga disebut staf administrasi.
B. Jenis-Jenis
Aplikasi Otomatisasi Kantor
1. Pengolah
Kata (word Processing)
Pengolah kata merupakan penggunaan
alat elektronik yang secara otomatis melaksanakan banyak tugas-tugas yang
diperlukan untuk menyiapkan dokumen, baik yang ditik maupun yang dicetak.
2. Surat
Elektronik (E-mail)
Surat elektronik merupakan
penggunaan jaringan komputer yang memungkinkan para pengguna untuk mengirim,
menyimpan dan menerima pesan-pesan dengan menggunakan terminal komputer dan
alat penyimpanan.
3. Pesan
Suara (Voice Mail)
Voice mail merupakan pengiriman
pesan yang dilakukan dengan mengucapkan pesan tersebut melalui telepon. Pesan
yang telah masuk ke voice mail dapat didengar kembali dengan cara
menghubungi nomor voice mail menggunakan telepon.
4. Kalender
Elektronik (Electronic Calendering)
Kalender elektronik merupakan
penggunaan jaringan komputer untuk menyimpan dan menyusun agenda acara yang
telah ditetapkan oleh manajer. Kalender elektronik hanya menyusun terjadinya
komunikasi, bukan untuk mengomunikasikan informasi.
5. Konferensi
Audio (Audio Conference)
Konferensi audio merupakan
penggunaan peralatan komunikasi suara untuk membuat suatu hubungan audio dengan
orang-orang yang tersebar secara geogrsfis dengan tujuan melaksanakan
konferensi.
6. Konverensi
Video (Video Conference)
Konferensi video merupakan
penggunaan peralatan televise yang mengirim dan menerima sinyal audio dan video
untuk menghubungkan para peserta konferebsi yang tersebar secara geografis.
Dengan adanya konferensi video, orang yang berada di suatu lokasi dapat melihat
dan mendengar suara orang lain yang berada di lokasi berbeda.
Ada tiga konfigurasi yang umum
digunakan, yaitu :
·
Video satu arah dan audio satu arah.
·
Video satu arah dan audio dua arah.
·
Video dan audio dua arah.
7. Transmisi
Faksimile/FAK (Faximile Transmission)
Transmisi facsimile merupakan
penggunaan peralatan khusus yang dapat membaca citra dokumen pada satu ujung
saluran komunikasi dan membuat salinannya di ujung yang lain.
8. Teks
Bergerak atau Videoteks (Video Text)
Videoteks merupakan pelayanan data
melalui jaringan yang menyangkut kegiatan seperti jadwal kereta api, pesawat
terbang dan lain-lain. Informasi tersebut berupa tulisan alphanumeric dan grafis yang ditampilkan pada layar CRT, LCT atau
LED.
9.
Image
Storage and Retrieval
Image
storage and retrieval merupakan pengenal karakter secara
optik untuk mengubah catatan-catatan kertas atau microform menjadi format digital untuk disimpan didalam alat
penyimpanan sekunder.
10. Desktop
Publishing (DTP)
Desktop
publishing merupakan penggunaan
komputer dan perangkat lunak untuk membuat tampilan visual dari ide dan
informasi dalam output tercetak yang
kualitasnya sangat mirip dengan yang dihasilkan dengan typesetting.
C. Pertimbangan
Otomatisasi Kantor
Penerapan otomatisasi kantor
memudahkan penggunanya menyelesaikan pekerjaan. Otomatisasi kantor juga
memungkinkan pengguna dapat melaksanakan pekerjaan kantor dilokasi mana saja selama
lokasi tersebut memiliki PC, laptop, atau smartphone
yang terhubung dengan jaringan internet. Kantor seperti ini disebut dengan
kantor virtual (virtual office).
Kelebihan dari kantor virtual
adalah :
1. Efisiensi
waktu
2. Efisiensi
tempat
3. Efisiensi
biaya
4. Jaringan
komunikasi formal
5. Pengurangan
penghentian proses kerja
Kekurangan dari kantor virtual
adalah :
1. Kurangnya
rasa memiliki
2. Rendahnya
semangat kerja
3. Tekanan
keluarga
2.2.2
Kelebihan dan Kelemahan Buku 1
Adapun
yang menjadi kelebihan pada buku 1, yaitu sebagai berikut :
·
Materi yang terkandung Tersusun dengan
rapi dan dapat dengan mudah dimengerti.
·
Mampu
menyajikan ide-ide kreatif yang sangat detail dan motivasi dalam belajar
mengajar.
·
Secara fisik, penampilan buku menarik
dengan kualitas bahan yang cukup bagus.
Selain kelebihan diatas, adapun yang menjadi kelemahan pada buku 1,
yaitu sebagai berikut :
·
Terlalu banyak pendapat para ahli, jadi
sulit untuk menghafalnya.
Dari uraian diatas, dapat disimpulkan
bahwa materi pada buku 1 terlalu banyak,
walaupun demikian kalimatnya mudah dipahami. Tetapi, sulit untuk menghafal
nama-nama para ahli dan isi definisinya yang ada didalam materi .